Suatu sore dua orang orang sedang jalan – jalan naik sepeda motor. Mereka berkeliling
kota sambil menikmati pemandangan yang ada. Mereka pun melewati sebuah kantor
Kecamatan dan mereka melihat satu banner yang bertuliskan “ SIMPAN PINJAM PEREMPUAN
“. Setelah membaca banner tersebut keduanya seakan ingin tahu dan sangat
penasaran.
Berhentilah mereka disebuah warung kopi. Keduanya membeicarakan tentang “simpan pinjam
perempuan “ yang mereka baca tadi. Dari hasil percakapan tersebut, salah satu
orang sebut saja Mas Peno ingin menanyakan hal tersebut ke kantor Kecamatan. Rencananya besuk pagi Mas
Peno akan menemui petugas yang ada di Kantor Kecamatan itu. Dalam hati dan
pikiran Mas Peno serta kawannya bahwa mereka bisa meminjam perempuan. Maklum
saja mereka tergolong bujang lapuk alias jomblo abadi hehehe. Seandainya bisa
meminjam perempuan maka mereka pasti tidak jomblo lagi dan bisa dipamerkan
kepada teman – temannya.
Keesokan harinya mas Peno dan kawannya mempersiapkan diri
untuk pergi ke Kantor Kecamatan. Mereka berdua berdandan serapi mungkin dan setampan mungkin agar
terlihat masih muda dan keren. pakaianNya
pun tak lupa dipilih yang paling bagus
serta memakai wewangian agar terpikat siapa saja yang menghirup aromanya. Setelah
persiapan selesai dan tidak lupa sarapan pagi maka berangkatlah keduanya.
Perlahan- lahan mereka berdua mengendarai motornya mas Pono
tampak berada di depan. KeduanNya tampak senang sekali, itu terlihat dari raut
wajah mereka yang penuh senyuman. Entah apa yang ada dalam benak mereka tapi
yang pasti hari itu kondisi keduanya jauh lebih baik dan ceria. Mas Pono
terdengar bersiul sepanjang perjalanan, menirukan sebuah lirik lagu tapi entah
lagu apa aku juga tidak tahu. Biarlah mereka bahagia karena hidup harus
bahagia.
Sampailah keduanya di halaman Kantor Kecamatan. Motor mereka
parkir dengan rapi dan sebelum melangkah tak lupa merapikan rambut yang tadi
agak berantakan karena memakai helm. Lewat pintu utama maka masuklah keduanNya.
Saat itu suasananya sedang agak ramai. Terlihat ada 8 orang di jajaran kursi
pengunjung. Mereka pun harus antri menunggu giliran.
Beberapa menit kemudian tibalah giliran mas Pono. Mas Pono
pun menuju ke tempat petugas dan petugas pu bertanya “ ada yang bisa kami bantu
mas ? “ lalu dengan santainya mas Pono balik bertanya “ saya bisa pinjam
perempuan ?’’. Betapa kagetnya petugas itu dengan pertanyaan mas Pono “ pinjam
perempuan bagaimana? Apa mas kira ini lokalisasi ?” . Mas Pono pun terlihat
kecewa dengan petugas lalu bersuara agak keras “ Lihat banner di depan, disana
tertulis SIMPAN PINJAM PEREMPUAN apa saya salah ?”
Dan petugaspun tertawa dan berkata “ oalah mas, itu
maksudnya simpan pinjam perempuan ( SPP ) adalah suatu kegiatan yang dikelola
oleh perempuan, jadi bukan meminjam dan menyimpan perempuan “
Mas Pono pun Cuma cengar – cengir dan dari belakang
terdengar suara “ sabar Mblo“
Karena sebaiknya kita betanya terlebih dahulu
~Che, Cerpen Jomblo ~

Post a Comment