Bagi kita yang sudah berkeluarga cobalah simak cerita yang
saya tulis ini. Selain akan menambah wawasan juga memberikan ide agar rumah
tangga selalu rukun, bersahaja dan juga damai. Banyak hal yang dapat
menyebabkan rumah tangga hancur, namun banyak juga cara supaya rumah tangga
tetap utuh dan kadang pula hal sepele pun mampu membuat rumah tangga tentram.
Sudah siap membaca ? mari kita mulai.
Sebut saja ini
keluarga melati dengan si Istri
bernama Yahmi dan si suami bernama Yanto yang terinpirasi dari tayangan tivi keluarga
cemara, masih ingat kan lagu nya ? jika
sudah lupa mari nyanyi bersama “ harta yang paling berharga adalah keluarga,
istana yang paling indah adalah keluarga “ itulah sepenggal bait lagu keluarga
cemara. Keluarga Melati ini selalu hidup rukun dan berlaku sederhana. Tidak pernah
terdengar keluhan dari keluarga ini. Mereka selalu menerima dengan iklas dan
sabar setiap cobaan serta ujian dari Tuhan. Keluarga ini pun tidak pernah hidup
mewah, makan seadanya dan juga hanya memiliki satu motor tua pula. Keluarga
melati memiliki 2 orang anak laki-laki dan perempuan. Masih duduk di bangku SD
dan TK. Kebagiaan keluarga melati tergambar setiap hari, sehingga bisa dikatakan
keluarga ini merupakan keluarga idaman di kampungnya.
Suatu malam dibulan purnama yang cerah ditambah banyaknya
kerlip bintang yang terlihat cerah,datanglah tamu yang tidak diundang. Tamu tersebut adalah Bu Siti namanya.
Bu Siti ini istri dari mantan Kepala Desa.
Dia memakai pakaian yang terlihat mahal dengan wajah manisnya yang
membuat setiap lelaki terpesona termasuk aku sendiri hehehe. Di kedua tangannya
terpampang gelang emas dan dijari manisnya juga terselip cincin emas. Sungguh
menambah kecantikan dari bu Siti ini. Maksud dan tujuan dari kedatangan bu Siti
ini kerumah keluarga Melati tak lain dan tak bukan ingin mengajak Bu Yahmi
untuk ikut arisan bulanan. Hemmmm iya ya
kan kalau perempuan kan bulanan pikirku.
Awalnya bu Yahmi ngotot tidak mau karena alasan keuangan dan
sibuknya merawat anak. Dengan bujuk rayu bu siti yang lemah lembut selembut
kain sutra ditambah wajahnya yang dibuat memelas seperti cerita-cerita sinetron
akhirnya berhasil membujuk bu Yahmi untuk ikut arisan. Sang suami hanya bisa pasrah,
namun sang suami tersebut membayangkan sesuatu yang akan terjadi setelah istrinya
ikut arisan. Ketakutan sang suami memang belum terbukti, namun iya yakin bahwa
hal buruk yang menyebabkan pertengkaran dalam rumah tangganya terjadi suatu
saat nanti.
Mulailah ibu Yahmi mengikuti arisan yang pertama. Belum tampak
adanya perubahan baik sikap maupun sifat bu Yahmi. Dia tetap sederhana dan
tetap bersahaja. Sang suami senang karena apa yang iya takutkan tidak terjadi.
Bu Yahmi hanya bercerita tentang suasana arisan tadi dan diapun senang bisa ikut arisan dan
menambah wawasan.
Sampai pada akhirnya arisan telah berjalan selama lima bulan
dan bu Yahmi telah mulai mengalami perubahan. Dia sudah mengenal pensil alis,
lipstik, pelembab wajah pokoknya seperti perempuan jaman sekarang yang sering
disebut perawatan. Emangnya sedang sakit kok perawatan hehehe. Ibu Yahmi juga
mulai punya rasa iri terhadap orang lain. Dia ingin menukarkan motor tuanya
dengan motor baru.
“ Pak, ayolah motor
kita ini diganti yang baru, kan sudah lima tahun kita pakai ? ‘’ pinta bu
Yahmi kepada sang suami dan suaminya pun menjawab “ itu saja dulu bu, lagian kan kita belum punya uang “. Dengan hati
kesal bu Yahmi menceramai suaminya tentang kenapa dia minta motor baru hingga
membuat sang suami pusing kepala untungnya tidak guling-guling hehehe.
Dengan pikiran yang kalut pak Yanto kemudian pergi ke rumah
kerabatnya untuk menceritakan kisah permintaan istrinya Kemudian sang kerabat
tadi memberikan pencerahan biasalah kan kerabatnya ini ustad juga. Hati pak
Yanto pun tenang dan sudah memiliki jawaban akurat dan tepat jika nanti ditanya
istrinya.
Keesokan harinya istrinya kembali bertanya “ gimana pak dengan motornya ?” tanya
sang istri. Pak Yanto dengan tenang menjawab “ Gini bu, kan lima tahun ya kita pakai motor kita, tetapi kayaknya jauh lebih lama aku pakai kamu
bu, kan aku memakai kamu sudah lebih sepuluh tahun gimana kalau kamu saja yang
aku tukar dulu bu ? “. Betapa kaget dan tersentaknya sang istri, serasa
disambar petir disetrum listrik dan tidak menyangka jawaban sang suami.
Kemudian bu Yahmi menjawab dengan wajah kecewa penuh marah “ sudaaaah tidak usah ditukar, biar saja motor karatan ini kita pakai “.
Dengan senangnya pak Yanto mendengar jawaban istrinya dan motorpun tak jadi
ditukar dengan yang baru.
Makanya hidup itu harus punya prinsip dan juga harus
memikirkan kemampuan sendiri. Buat istriku dirumah, aku berpesan jangan sampai
seperti cerita ini ya hehehe.
~ Che, Cerpen Keluarga ~

Gak usah tukar,kalau bisa nambah baru kenapa enggak?, motornya min
ReplyDeleteHeuheuheu
ReplyDeleteHeuheuheu
ReplyDelete