![]() |
| Sumber foto : pinterest |
Angon ketika itu menjadi suatu pekerjaan. Cah angon belum tentu memiliki ternak sendiri, kebanyakan mereka mengasuh ternak milik orang lain.Upah dari angon ataupun memelihara ternak milik orang lain tergantung dari kesepakatan. Misalnya saja diberi upah dengan anak dari binatang yang mereka pelihara. Contohnya begini, ketika kambing yang dipelihara itu beranak dua, satu dari anak tersebut diberikan kepada yang memelihara.
Angon ketika itu menjadi rutinitas. Banyak anak - anak dan remaja yang tidak sekolah atau putus sekolah. Kondisi kemiskinan memaksa mereka untuk berbuat sesuatu agar mendapatkan hasil guna membatu orang tuanya. Dari pagi hingga sore terkadang mereka harus mengembalakan ternak - ternak tersebut. Ada kalanya jika padang rumputnya tidak jauh dari rumah, mereka akan meninggalkan ternak tersebut beberapa saat untuk ditinggal bekerja.
>>> Baca Juga OPINI : PAPA YANG MEMBUAT BANGGA
Waktu itu kepopuleran Angon memang begitu membahana. Bisa dicermati dari bait lagu Ilir - ilir ciptaan Kanjeng Sunan Kalijaga yang berbunyi " Lir - ilir lir ilir tandure wes sumilir tak ijo royo - royo tak sengguh temanten anyar, cah angon cah angon penekno blimbing kui " dan seterusnya. Jelas di bait lagu itu ada kalimat Cah Angon. Cah atau bocah adalah sebutan untuk anak muda di daerah Jawa. Cah penekno blimbing kui (* cah angon panjatkan blimbing itu ) menandakan bahwa cah angon memiliki peran cukup penting pada saat itu. Kenapa yang disuruh cah angon ? bisa jadi cah angon memiliki keberanian dan kepintaran tersendiri yang tidak dimiliki oleh anak - anak yang lain.
Sekarang ini Angon tidak lagi populer karena ternak lebih banyak dikandangkan. Tujuannya agar si peternak tidak kerepotan bahkan bukan lagi rumput makanannya, tetapi por atau jenis makanan olahan untuk ternak.
>>> Baca Juga OPINI : PAPA YANG MEMBUAT BANGGA
Waktu itu kepopuleran Angon memang begitu membahana. Bisa dicermati dari bait lagu Ilir - ilir ciptaan Kanjeng Sunan Kalijaga yang berbunyi " Lir - ilir lir ilir tandure wes sumilir tak ijo royo - royo tak sengguh temanten anyar, cah angon cah angon penekno blimbing kui " dan seterusnya. Jelas di bait lagu itu ada kalimat Cah Angon. Cah atau bocah adalah sebutan untuk anak muda di daerah Jawa. Cah penekno blimbing kui (* cah angon panjatkan blimbing itu ) menandakan bahwa cah angon memiliki peran cukup penting pada saat itu. Kenapa yang disuruh cah angon ? bisa jadi cah angon memiliki keberanian dan kepintaran tersendiri yang tidak dimiliki oleh anak - anak yang lain.
Sekarang ini Angon tidak lagi populer karena ternak lebih banyak dikandangkan. Tujuannya agar si peternak tidak kerepotan bahkan bukan lagi rumput makanannya, tetapi por atau jenis makanan olahan untuk ternak.

Post a Comment