Di salah salah satu
Rumah Sakit Jiwa ( RSJ ) di pinggiran sebuah kota, akan melakukan tes
kelulusan terhadap pasiennya. Tes ini dilakukan setiap tahun untuk mengetahui
kondisi kejiwaan setiap pasinnya. Di RSJ ini pasiennya sangat banyak dan dari
berbagai daerah. Kebanyakan pasien yang ada usianya lebih dari 30 tahun hanya
beberapa pasien saja yang tergolong masih muda.
Banyak faktor yang menyebabkan mereka mengalami gangguan
jiwa. Ada yang memiliki tingkat gangguan jiwa akut atau sudah tidak bisa
disembuhkan. Ada pula tingkat yang masih rendah. Apalagi jika musim pemilu
tiba, banyak sekali pasien-pasien yang datang. Mereka gagal menjadi anggota
dewan atau gagal menjadi kepala daerah. Dengan kegegalan tersebut mengakibatkan
mereka tak sanggup menahan beban hidupnya sehingga stres.
Tes kejiwaan yang akan dilakukan ini akan diikuti oleh
beberapa pasien yang sudah lama berada di RSJ ini. Baik pasien laki-laki atau
pun perempuan. Segala keperluan telah siap termasuk Dokter yang akan menguji
mereka. Biasanya dilakukan secara tertutup agar Dokter bisa fokus untuk
mengalanisa kondisi pasiennya.Pihak keluarga setiap pasien yang akan di tes
diberi tahu sebagai bentuk aturan rumah sakit.
Tiba saatnya tes
tersebut dilakukan. Satu – persatu pasien disuruh masuk ruangan dan didalam
ruangan. Kali ini ada sepuluh pasien yang di tes kejiwaannya. Setelah melewati
beberapa tes lalu masuklah tahap tes akhir. Pada tes akhir inilah yang sangat
menentukan kondisi kejiwaab si pasien.
Tujuh orang pasien dinyatakan lulus dan diperbolehkan
pulang. Tinggallah tiga pasien yang akan masuk tes terakhir. Mereka adalah Tarjo, Pono dan Sonto.
Dalam tes ini ketiga pasien tersebut akan di tes menyanyi.
Dokter : coba
Tarjo kamu menyanyi ....
Tarjo : Balonku
ada lima rupa – rupa warnanya hijau kuning kelabu merah muda dan biru
Dokter : cukup
Tarjo, kamu sudah sembuh, selamat ya. Temui keluargamu yang menunggu di sana
Setelah Tarjo di tes selanjutnya Pono pun akan di tes.
Dokter : sekarang
kamu Pono, menyanyilah....
Pono : cicak –
cicak di dinding diam diam merayap datang seekor nyamuk hap lalu ditangkap
Dokter : iya,
bagus kamu telah sembuh. Kamu boleh pulang.
Tibalah saatnya pasien
terakir yang tak lain dan tak bukan adalah Sonto. Bersiap – siaplah Sonto untuk
melakukan tes t erakhirnya.
Dokter : sudah
siap Sonto ? sekarang cobalah mennyanyi....
Sonto kemudian berdiri
dan bersiap – siap untuk bernyanyi. Dengan hati senang Sonto pun siap
bernyanyi.
Sonto : aku masih
seperti yang dulu
Dokter : stop !
sudah sonto sudah, kamu belum sembuh
Sonto terlihat bingung seakan bertanya kesalahan apa yang
dia perbuat. Pada akhirnya Sonto pun kembali ke RSJ dan menunggu tes yang akan
datang. Sonto oh Sonto nasibmu tak seindah lagu pilihanmu.
Karena ujian pun memerlukan pilihan
~ Che, Cerpen Rumah Sakit Jiwa ~

Post a Comment