Dino adalah anak yang menurut orang tuanya tergolong nakal. Dia
sangat sulit diatur bahkan sering belaku sesuka hatinya. Dino ini masih duduk
di kelas 2 SD. Orang tuannya merasa
tidak mampu mengatasi kenakalannya. Hampir tiap hari Dino dimarahi orang
tuanya. Meski begitu orang tuanya sangat menyayanginya. Setiap pagi sebelum berangkat sekolah, orang tuanya selalu membuatkan air
hangat untuk mandi. Rumah Dino memang berada di daerah pegunungan, sehingga
dikala pagi hari hawa terasa dingin sampai-sampai menusuk tulang menembus
daging.
Seperti pagi itu, Dino pun mandi dengan air hangat. Sejak pagi
ibunya telah bangun untuk masak buat sarapan dan juga mendidihkan air untuk
mandi Dino. Setelah mandi dan sarapan pagi bergegaslah Dito menuju sekolah yang
tidak jauh dari rumahnya. Dino berjalan kaki menuju sekolahnya bersama
teman-teman.
Di sekolah pun Dino tergolong suka jail terhadap temannya. Dino
sering membuat anak lain menangis karena perbuatannya.
Hari itu bu guru kelas 2 menjelaskan tentang manfaat sinar
matahari. Salah satu penjelasan bu guru bahwa matahari itu panas dan bisa
dimanfaatkan untuk mengeringkan baju dan juga mengeringkan hasil panen. Dino mendengarkan penjelasan bu guru secara
seksama. Bu guru pun memberikan tugas yang kemudian dikerjakan seluruh siswa
dikelas tersebut.
Sampai pada akhirnya waktupun sudah beranjak siang dan bel
tanda pulang pun terdengar. Masing-masing siswa merapikan buku-bukunya dan
setelah dipimpin oleh ketua kelas untuk berdoa mereka kemudian pulang. Dino pun
pulang dengan membawa tas nya hingga sampai kembali dirumahnya.
Dino pun masuk rumah dan mencari ibunya. Ibunya sedang
berbaring di kamar dan memberitahukan bahwa sedang sakit. Dino pun merasa
kasihan meliha ibunya sakit “ ibu sakit apa ? “ tanya Dino kepeda ibunya. “
sakit kepala nak, kepala ibu pusing sekali “ jawab ibu Dino.
Ibu Dino pun menyuruh Dino untuk mengambil makan dan minum
sendiri. Makan pun selesai dilakukan Dino. Sekilas dia terlihat sibuk mencari
sesuatu. Setelah beberapa saat Dino keluar dengan membawa kaleng bekas biskuit
yang berbentuk bulat dan berukuran sedang. Di isinya kaleng itu dengan air
kemudian Dino bergegas ke halaman rumah. Ditempatkannya kaleng berisi air
tersebut dihalaman rumah dan saat itu matahari sedang terik dan udara sangat
menyengat. Ditunggunya kaleng berisi air tersebut.
“ Nak, kamu dimana? tolongin ibu “ ibu Dino memanggilnya ,
namun Dino tidak mendengarnya karena berada di halaman rumah. Sambil
berpegangan pada dinding tembok, ibunya berjalan pelan mencari Dino. Dicarinya
di dalam rumah, namun belum juga ketemu. Ibunya pun mencoba menguatka dirinya
karena pusing untuk mencari Dino diluar rumah. Betapa kecewanya si Ibu melihat
Dino berada di halaman rumah sambil berpanas – panasan.
Dipanggilnya Dino kemudian ibunya memarahi seakan tiada
hendi. Dino pun menagis dan seakan ingin menjelaskan kepada ibunya. Ibunya masih
terus memarahi dan seakan tidak mau memberi kesempatan anaknya untuk
menjelaskan. Barulah sesaat kemudian Dino mendapat kesempatan untuk berbicara. “
Bu, aku tadi mengisi kaleng dengan air untuk aku panaskan buat mandi ibu “ .
Hati ibu mana yang tidak terharu mendapat jawaban polos anaknya seperti itu.
Dalam hati ibunya Dino menyesali ucapannya tadi. Dipeluknya Dino dengan erat
dan sambil meneteskan air mata. “ ibu bangga sama kamu nak “.
Karena setiap manusia punya cara untuk menunjukkan rasa sayang
~ Che, Cerpen Ibu dan Anak ~

Post a Comment