Saat ini klakson telolet memang lagi ngetren, bahkan saking
ngetrennya juga ada lagu yang berjudul telolet. Awal mula telolet ini menurut
beberapa pihak bermula dari anak – anak dijalur pantura yang selalu minta
dibunyikan klakson bersuara telolet bahakan tak segan mereka bergerombol
dipinggir jalan untuk menanti Bus lewat dan meminta membunyikan klakson. Mereka
akan sangat senang dan bahkan berjingkrak – jingkrak apa bila mendapati klakson
telolet ini. Tidak semua bus memiliki klakson telolet jadi harus bersabar
menunggu di pinggir jalan.
Wabah telolet ini begitu membahana sampai pelosok nusantara
bahkan hingga sampai manca negara. Para DJ, pemain bola bahkan orang – orang pentingpun
ikut kena wabah telolet ini. Nama Indonesia pun menjadi dikenal hanya karena
hal sepele yaitu telolet. Kata khasnya adalah “ om telolet Om “.
Di desaku pun tak pelak kena dampak wabah telolet ini. Banyak
anak – anak membawa kertas yang bertuliskan “ om telolet om “ berkumpul di
pinggir jalan. Saat pulang sekolah mereka gunakan untuk memburu kendaraan yang
datang. Kadang pula dapat kadang pula tidak. Terkadang mereka terlalu asik di
pinggir jalan hingga membahayakan dirinya sendiri. Anak – anak kecil cenderung
kurang waspada bahkan bisa dikatakan sembrono saat berada di pinggir jalan
raya.
Suatu ketika ada anak muda yang usianya sekitar 25 tahun, namanya
Ice yang merupakan nama samaran. Ice ini seorang lelaki yang memang memiliki
kebiasaan yang terkadang nyleneh. Dia pergi ke pinggir jalan dan ingin menunggu
bus yang lewat. Dia bersama satu orang rekannya. Lama mereka menunggu belum
juga ada bus yang membunyikan klakson telolet. Ice leleh menunggu lalu dia
duduk di jok motornya dan rekannya menunggu di bawah motor sambil bersandar
pada pohon. Lama –kelamaan Ice pun ngantuk dan tertidurlah dia di motor tersebut. Rekannya tadi masih duduk bersandar
sambil main smart phone.
Dari kejauhan tampak bus datang. “ Ce, Ice ada bus datang “
namun si Ice masih saja asik dengan tidurnya. Tidak berapa lama bus sudah
sangat dekat dengan tempat Ice menunggu dan rekan Ice tadi melambaikan tangan
dan seakan sang sopir mengerti lalu
terdengarlah “ telolet, telolet, telolet “. Gubrak buk terdengarlah benda yang
jatuh dan ternyata si ice jatuh dari motornya karena kaget mendengat “ telolet “
yang terdengar tiba – tiba.
“ aku tadi kenepa ? “ tanya si Ice , yang kemudian di jawab
oleh rekannya “ kamu sehat ? “
Si Ice hanya cuam bengong dan melongo seakan tidak tahu apa
yang terjadi.
“ makanya jadi orang jangan kayak kebo “ celetuk rekannya
dan si Icepun makin bengong.
.
.
Karena hasil perlu proses
~Che, Cerpen Telolet ~

Post a Comment