Suatu pagi di Sekolah Putra Harapan sedang diberikan materi
tentang gunung berapi. Bu guru yang saat itu mengajar mengatakan bahwa banyak
gunung – gunung di Indonesia. Ada yang masih aktif ada pula yang sudah tidak aktif. Kesemuanya
merupakan anugerah Tuhan yang patut kita syukuri. Anak – anak mendengarkan
secara seksama termasuk Ucil yang sangat senang mendengarkan penjelasan
tersebut. Dia pun mencatat apa yang ditulis bu guru di papan tulis.
Pembelajaran tersebut terlihat menyenangkan hingga sampai pada jam akhir
pelajaran.
Bu guru pun memberikan pekerjaan rumah kepada siswa-siswinya.
Teng teng teng teng bel pulang sekolah berbunyi tanda
pembelajaran hari itu selesai. Semua anak – anak pulang termasuk Ucil. Ucil
tampak bersemangat dan dia bergegas pulang untuk mgerjakan pekerjaan rumah yang tadi diberikan bu guru. Sampailah
dia di rumah, ganti baju , makan dan tak lupa sholat. Si ucil ini tergolong
anak yang serba penasaran, dia akan selalu mencari apa – apa yang dia rasa
ingin tahu dan keinginannya mencari jawaban pekerjaan rumahnya sangat
menyemangatinya.
Setelah makan dan sholat dia pun bergegas kembali mengambil
tasnya lalu mencari buku pelajaran dan buku tulisnya yang tadi diberi pekerjaan
rumah. Tidak lupa dia mengambil meja kecil yang biasa dia gunakan untuk mengerjakan
sesuatu. Buku pun di buka dan dibaca tugas yang diberikan guru. Dia pun mulai
tertarik tentang gunung yang aktif. Dia pun mencari cara untuk mengetahuinya.
“ bu ibu “ dia memanggil ibunya “ ada apa nak “ terdengar
jawaban ibunya dari dapur “ bu, aku pinjam Hp nya “ . “ buat apa nak ? “ . “
ini bu, ada tugas dari bu guru “ kemudian ibunya pun memberikan Hp nya kepada
Ucil dan Ucil pun mulai menggunakan Hp nya. Terlihat si Ucil sedang menelephon
dan terlihat raut muka sedih dari wajah si Ucil. tidak ada satu pun gunung yang dia telephon menjawab
“ ada apa nak kok terlihat murung ? “ ibunya seakan mencari
tahu. Lalu dengan nada memelas Ucil pun menjawab “ ini bu tadi aku menelephon
gunung tapi kok gak bisa ?”. ibunya menjadi bingung lalu bertanya “ kenapa kok
menelephon gunung ? ada apa nak “ . serta merta Ucil pun menjawab “ kata bu
guru tadi, gunung itu ada yang aktif, jadi ku telephon bu “. Ibunya pun
mengerti dan terlihat senyuman lalu berkata “ aktif itu artinya yang bisa
meletus nak “
Dan kembali ucil penasaran “ berarti yang warna hijau ya bu?
“
Ibunya akhirnya pergi kedapur dan minum segelas air putih
untuk mengontol emosinya.
Karena ucapan itu terkadang sulit di uraikan
~ Che, Cerpen Ibu dan Anak ~

Post a Comment