Cerita ini mengenai seseorang yang baru saja mengenal
Internet
Suatu hari beberapa orang guru sedang mengikuti diklat
tentang penggunaan laptop dan internet atau kita sebut saja ICT di salah satu
kota di Jawa Timur. Peserta diklat berasal dari berbagai daerah dan berbagai
usia. Ada beberapa orang yang usianya telah mencapai 50 tahun mengikuti diklat
tersebut. Diklat itu dilakukan selama 3 hari dan terbagi dalam 5 ruangan.
Metode pembelajarannya mulai dari ceramah, diskusi dan praktek langsung.
Hari pertama diklat berjalan dengan lancar. Pembelajarannya
mulai jam 08.00 hingga pukul 20.00 dengan beberapa kali istirahat untuk
melakukan sesi makan. Kopi dan makanan kecil pun tersaji sebagai bentuk
penghargaan terhadap setiap peserta. Malam pun tiba dan semua peserta terlelap
dalam rayuan malam.
Hari kedua diklat pun dimulai, waktu yang direncanakan pun
sama seperti di hari pertama. Kali ini metode ceramah dan diskusi. Dari diskusi
inilah mulai diketahui bahwa banyak peserta yang ya tidak paham atau sama
sekali tidak bisa mengoperasikan komputer/laptop. Mereka ikut diklat karena
sudah terpilih. Dari sekian banyak orang
yang tidak bisa mengoperasikan komputer/laptop salah satunya adalah Bapak Rufi.
Usia pak Rufi ini sekitar 50 an tahun dan sudah banyak rambut yang memutih. Pak
Rufi ini menceritakan bahwa dia memang benar-benar tidak paham komputer.
Jikalaupun pengen mencari sesuatu lewat komputer/laptop biasanya anak atau
temannya yang dia suruh. Hari kedua ini berjalan cukup lancar hingga larut
malam.
Berlanjutlah di hari ketiga yang merupakan hari terakhir
dalam jadwal. Hari ketiga ini diagendakan praktek langsung terhadap penggunaan
komputer/laptop. Bapak tutor memberikan arahan untuk membuka laptop
masing-masing. Pak Rufi pun membuka laptop yang dia bawa dari rumah. Tutor tadi
lalu melanjutkan menjelaskan pengertian Internet dan Browser. Dari pemaparan
yang lengkap dan gamblang selanjutnya pak tutor menyuruh masing – msing peserta
untuk mencoba mencari sesuatu dalam internet.
Pak Rufi pun menuruti perintah pak tutor tadi. Diapun
bingung mau menulis apa kemudian diapun menulis secara asal. Pak Rufi menulis “
buah “. Kemudian bermunculah beberapa tulisan yang salah satunya bertuliskan “
Buah d*d* terbesar “ ( hehehe maaf sensor ). “ mas tolong mas “ terdengar
teriakan Pak Rufi. Bergegaslah salah satu peserta yang masih terlihat muda dan
tampan serta berkaca mata ( pokonya mirip artis korea gitu ) “ ada apa pak “
tanya pemuda itu. “ di laptopku kok muncul gambar begini “ tampak keluguan
dalam diri Pak Rufi. “ ya ampun pak “ ( pemuda tadi menjawab sambil tertawa ).
Kemudian pak Rufi menjelaskan bahwa iya tadi mengeklik tulisan “ buah d*d*
terbesar “ lalu muncullah gambar – gambar perempuan dengan bagian tiiiiiit (
sensor ) yang menonjol dan pak Rufi bingung untuk keluar dari gambar – gambar
tersebut. Antara Pak Rufi dan pemuda tadi
hanya saling cekikikan. Haduh pak Rufi lugu amat pak, mending lanjutin lihat
aja itung – itung sebagai hiburan hehehe.
Karena hidup itu perlu mencoba
~ Che, Cerpenku ~

Post a Comment