0
Masih adakah caleg yang jujur dan tidak mau untuk korupsi di negeri ini?. Sebuah pertanyaan yang akan sulit dijawab. Tentunya para caleg akan berlomba mengobral janji untuk mendulang suara. Liatlah banner - banner caleg yang bertebaran di pingir - pinggir jalan, selain memajang foto diri mereka juga menambahkan kata - kata manis sebagai bumbu rayuan. Semua janji akan mereka lontarkan bak obat bius yang mampu membius bahkan meracuni otak pembacanya. Sebagai awal perjuangan mereka akan baik kepada semua orang bahkan rela makan nasi basi sekalipun. Dengan bermodalkan kamera serta media sosial,  sang caleg akan memajang aktifitasnya di berbagai media yang mereka punya bahkan tak segan mengajak media kenamaan untuk mempopulerkannya. Pokoknya ketika belum jadi para caleg akan mempoles dirinya menjadi pribadi yang benar - benar waw.


Dan setelah dinyatakan menjadi anggota dewan terpilih maka semua itu bisa jadi akan tinggal kenangan. Kembali ke bentuk aslinya dan terkadang lebih rakus dari sebelumnya. Uang dan segala fasilitas yang dia dapat akan membutakan mata hatinya. Tak jarang mereka tidur saat sidang, tak jarang pula mereka tidak hadir dalam rapat - rapat penting. Merekalah sebenarnya yang membuat hukum, tapi mereka pula yang mengkhianati hukum itu sendiri.


Baca Juga :
Kacang Goreng dan Makna Hidup

Lalu bagaimana cara memilih caleg yang benar - benar tidak mau korupsi ?
Ibarat mencari jarum di dalam lautan, tentunya sangat sulit. Kecuali caleg itu adalah orang yang lupa ingatan, maka dia akan lupa segala - galanya bahkan dengan dirinya sendiri dia akan lupa.

La terus memilih caleg yang normal takut korupsi dan memilih caleg yang lupa ingatan tentu tidak ada, lalu bagaimana ?

Saya juga bingung, mungkin sebelum datang ke TPS kita siapkan penutup mata dan ketika mau nyoblos,  mata  kita tutup agar tidak tau siapa yang kita pilih.


Next
This is the most recent post.
Previous
Older Post

Post a Comment

 
Top