Ini adalah cerita konyol tentang seorang yang bernama Tejo.
Ia sudah menikah dan di karuniai dua 0rang anak laki – laki. Istrinya pun
cantik dan berkulit kuning lansat. Tejo sering kali memiliki akal yang nyleneh
dan unik. Seperti kisahnya berikut ini :
Mertua Tejo adalah seorang petani, tentu saja mertuanya
memiliki sawah meski tidak luas. Mertua Tejo sering kali panen padi atau
palawija yang lainnya. Tejo sendiri tidak pernah membantu mertuanya di sawah
karena ia sendiri telah sibuk bekerja. Sebenarnya Tejo ingin membantu biar
dapat jatah gabah dari mertuanya.
Tejo pun berfikir keras cara apa yang akan ia lakukan agar
diberi gabah secara Cuma – Cuma oleh mertuanya. Tejo pun duduk termenung malam –
malam memikirkan cara yang tepat, akurat dan tidak menyakiti hati mertuanya.
Ia pun kemudian memiliki ide brilian yang selanjutnya Tejo
mengajak istrinya untuk bertamu ke rumah mertuanya tersebut.
“ ayo kita ke mertua “ ajak Tejo pada istrinya
“ tumben kamu semangat mas “ kata istri Tejo sedikit kaget.
Tejo pun bergegas ke rumah mertuanya bersama anak dan
istrinya. Sebelum sampai ke rumah mertuanya tersebut, si Tejo mampir ke warung
gorengan. Ia sodorkan uang Rp. 10.000 untuk membeli gorengan. “ campur – campur
saja bu gorengannya “ ucap Tejo kepada pemilik warung itu.
Setelah gorengan di dapat Tejo pun meneruskan perjalanannya.
Tejo mengendarai sepeda motornya. Dalam hati ia berharap mertuanya baik hati
hari ini.
Sampailah Tejo di rumah mertuanya, ia ucapkan salam dan tak
lupa menyalami kedua mertuanya tersebut. “ ini ada gorengan “ ucap Tejo sambil
memberikan gorengan kepada mertuanya.
“ owalah kok repot – repot kamu Jo “ kata mertua Tejo
sembari menerima gorengan dalam wadah plastik tersebut.
Setelah beberapa lama akhirnya Tejo dan istrinya berpamitan.
“ kami pulang dulu “ kata Tejo kepada mertuanya
“ gini Jo, gabah satu karung ini, nanti kamu ambil ya “ ucap
mertua Tejo sambil menunjukkan sekarung gabah buat Tejo.
Hati Tejo pun sangat senang, ia memang sengaja menukar
gorengan dengan gabah tersebut. Akal – akalan Tejo tidak disadari mertuanya.
Tejo pun tersenyum dan berkata “ terima kasih “.
... hemmm apa yang dilakukan Tejo patut kita contoh ....

Post a Comment