![]() |
| Foto by Google |
Nira kelapa diambil setiap pagi atau sore hari. Nira kelapa memanfaatkan cairan manis dari mayang atau bunga kelapa yang dipotong lalu dimasukkan dalam wadah bambu dan yang lainnya. Dalam memotong mayang tersebut harus melihat waktu. Jika terlalu siang maka nantinya akan berakibat pada rasa nira tersebut. Pagi dan sore hari adalah waktu yang tepat untuk melakukan pemotongan mayang dan pengambilan nira kelapa.
>>> Baca Juga
BECAK JEGUR KALEN MERGA GLUDUK
Badhek bagi kalangan masyarakat desa zaman dahulu sudah menjadi bagian dari kehidupan mereka. Sebagai penghasil uang tentunya karena badhek yang berasal dari nira kelapa dapat diolah menjadi gula Jawa atau brown kopi. Selain itu, badhek ini menjadi bagian dari simbol keakraban masyaraket desa. Ketika ada tamu yang datang kerumah, badhek ini biasa disuguhkan. Manisnya badhek mampu mempererat silaturahmi. Meski harga gula Jawa tak sepadan dengan jerih payah mencari nira dan mengolahnya menjadi gula Jawa, namun tidak bisa dipungkiri badhek memberikan manfaat bagi kelangsungan interaksi sosial didalamnya.
Manisnya Badhek suatu saat nanti hanya tinggal kenangan, pelan - pelan akan terganti dengan minuman yang konon katanya lebih higenis. Bagiku minuman badhek ini layak dipertahankan. Khasanah budaya yang selayaknya dipertahankan. Adanya festival minum badhek ataupun kegiatan yang melibatkan minuman badhek untuk tetap menjaga kelestarian minuman ini.

Post a Comment